fbpx

Dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2018 yang dirilis majalah Forbes mencuat empat nama baru.

Menurut hasil rilis majalah Forbes (18/12), sebagian besar nama-nama baru yang masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia ini karena adanya kenaikan harga saham dari perusahaan yang mereka miliki.

Empat Nama Baru dalam Daftar 50 Orang Terkaya di Indonesia

Danny Nugroho

Danny Nugroho adalah pemegang saham pengendali PT Bank Capital Indonesia. Dia berada di peringkat ke 38 dengan kekayaan senilai US$ 790 juta atau setara dengan Rp 11,45 triliun.

Kekayaan Danny meningkat setelah harga sahamnya pada perusahaan keuangan dan asuransi Capital Finance Indonesia melonjak hampir dua kali lipat.

Benny Tjokrosaputro

Selanjutnya ada Benny Tjokrosaputro yang berada di peringkat ke-43 dengan kekayaaan senilai US$ 670 juta atau setara dengan Rp 9,7 triliun.

Berkat IPO dari perusahaan travel Sinergi Megah Internusa pada Juli lalu di Bursa Efek Indonesia menjadikan Benny masuk dalam jajaran 50 orang terkaya di Indonesia.

Cucu dari pendiri Batik Keris, Kasom Tjokropsaputro ini juga memilki memiliki hampir 84 persen saham Lafayette Boutique Hotel di Yogyakarta, perusahaan yang bernilai sekitar $225 juta per akhir November 2018 ini.

Benny juga presiden direktur dan CEO Hanso International, pengembang perumahan terbesar di Indonesia.

Sumber gambar: scmp.com

Sabana Prawiradjaja

Nama baru selanjutnya yang masuk dalam jajaran 50 orang terkaya di Indonesia adalah Sabana Prawiradjaja. Pendiri Ultrajaya Milk Industry ini berada di peringkat ke 47 dengan kekayaan senilai US$ 640 juta atau setara Rp 9,3 triliun.

Selain menjadi Pendiri Ultrajaya Milk Industry, Sabana juga menjadi presiden komisaris PT Campina Ice Cream Industry Tbk.

Kardja Rahardjo

Kardja Rahardjo jadi orang baru keempat yang masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia. Dengan kekayaan senilai US$ 625 juta atau setara dengan Rp 9 triliun menjadikan beliau masuk ke peringkat ke-48.

Kardja adalah tokoh dibalik layar PT Pelayaran Tamarin Samudra, perusahaan pelayaran lepas pantai yang terintegrasi, meliputi penyewaan, pencatatan ulang dan  layanan transshipment dari Accommodation Work Barge atau AWB, Anchor Handling Towing Supply atau AHTS. Kardja memiliki hampir 80 persen saham di perusahaan tersebut.

Baca juga: