fbpx

Pinjaman online ilegal, akhir- akhir ini semakin marak. Berdasarkan data OJK sejak Januari-Oktober 2018 saja tercatat ada 404 pinjaman online ilegal atau financial technology, peer-to-peer lending ilegal.

Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat agar hati-hati dan tak buru-buru meminjam dana ke fintech. 

Alih-alih hidup senang dan tenang karena kebutuhan mendesak bisa teratasi, justru berdasarkan data LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Jakarta, setidaknya peminjam pinjaman online mengalami 14 pelanggaran hukum dan HAM (Hak Asasi Manusia).

Adapun pelanggaran-pelanggaran tersebut diantaranya :

  1. Bunga yang sangat tinggi dan tanpa batasan
  2. Penagihan yang tidak hanya dilakukan pada peminjam atau kontak darurat yang disertakan oleh peminjam
  3. Ancaman, fitnah, penipuan dan pelecehan seksual
  4. Penyebaran data pribadi
  5. Penyebaran foto dan informasi pinjaman ke kontak yang ada pada gawai peminjam
  6. Pengambilan hampir seluruh akses terhadap gawai peminjam
  7. Kontak dan lokasi kantor penyelenggara aplikasi pinjaman online yang tidak jelas
  8. Biaya admin yang tidak jelas
  9. Aplikasi berganti nama tanpa pemberitahuan kepada peminjam, sedangkan bunga pinjaman terus berkembang
  10. Peminjam sudah membayar, namun pinjaman tidak hapus dengan alasan tidak masuk pada sistem
  11. Aplikasi tidak bisa di buka bahkan hilang dari Appstore / Playstore pada saat jatuh tempo
  12. Penagihan dilakukan oleh orang yang berbeda-beda
  13. Data KTP dipakai oleh penyelenggara aplikasi pinjaman online untuk mengajukan pinjaman di aplikasi lain
  14. Virtual Account pengembalian uang salah, sehingga bunga terus berkembang dan penagihan intimidatif terus dilakukan

Lalu bagaimana caranya agar tidak menjadi korban pinjaman online?

Menurut Juru Bicara OJK Sekar Putih dalam konferensi pers yang dilansir dari Kompas.com (13/12), sebelum berinteraksi dengan fintech P2P lending, Anda dapat kontak OJK di nomor 157.

Saat menghubungi nomor tersebut Anda bisa tanyakan berbagai hal seputar fintech ke OJK, termasuk cara agar terhindar dari pinjaman online atau fintech ilegal yang tidak dalam pengawasan OJK.

Selain menelepon 157, Anda juga bisa mengirim email ke [email protected] atau mengunjungi website OJK dan mengecek langsung daftar fintech yang terdaftar atau tidak.

OJK juga menyarankan masyarakat agar membaca dan memahami persyaratan ketentuan pinjaman terutama mengenai kewajiban dan biayanya.