fbpx

Bank Dunia Rilis Indeks Modal Manusia, Indonesia Peringkat 87 dari 187 Negara

Bank Dunia Rilis Indeks Modal Manusia, Indonesia Peringkat 87 dari 187 Negara

Bank Dunia Rilis Indeks Modal Manusia, Indonesia Peringkat 87 dari 187 Negara 1280 1000 Gardena Puteri Ayudila

Bank dunia dalam pertemuan tahunan IMF Bank dunia pada tanggal 11 Oktober 2018 merilis Human Capital Index (HCI) atau Indeks Modal Manusia.

Apa itu Indeks Modal Manusia?

Indeks Modal Manusia adalah indikator baru dalam melihat pengaruh kebijakan pemerintah terhadap potensi kemampuan sumber daya manusia dari berbagai segi.

Dalam dokumen Indeks Modal Manusia tahun 2018, tercatat Indonesia menempati peringkat ke-87 dari total 157 negara yang mendapat peringkat.

Indonesia mendapatkan nilai 0,53 dalam Indeks Modal Manusia dengan batas bawah 0,53 dan batas atasnya 0,55.  

Skor 0,53 ini menandakan bahwa seorang anak yang lahir di Indonesia saat ini, ketika ia tumbuh produktivitasnya akan mencapai 53 persen dari apa yang bisa dicapai bila ia memiliki pendidikan yang lengkap dan kesehatan yang baik.

Indeks ini merupakan bagian dari Proyek Modal Manusia Grup Bank Dunia, yang menyadari modal manusia sebagai pendorong utama pertumbuhan inklusif.

Dalam menghitung index ini, ada lima indikator yang digunakan, yakni peluang bertahan hidup hingga usia 5 tahun, lamanya pendidikan sekolah yang diharapkan, skor tes yang kualitas pembelajaran, harapan hidup hidup orang dewasa, dan proporsi anak-anak yang tidak mengalam stunting.

Selain Indeks, Proyek Modal Manusia mencakup program untuk memperkuat penelitian dan pengukuran pada modal manusia, serta dukungan kepada negara-negara dalam upaya percepatan untuk mencapai hasil Modal Manusia yang lebih baik.

Indeks Modal Manusia

.globalbusinessoutlook.com

Jadi secara umum, Indeks Modal Manusia menunjukkan kebijakan pemerintah yang memastikan kesehatan dan pendidikan penduduknya berbanding lurus dengan potensi mereka sebagai angkatan kerja di masa mendatang.

Bisa dibilang, Indonesia memiliki kinerja yang jauh lebih baik daripada rata-rata negara berpenghasilan menengah ke bawah.

Hal ini dibuktikan lewat skor Indonesia yang mencapai 0,62 dari skor rata-rata 0,48. Kendati begitu, skor itu berada di bawah rata-rata Asia Timur dan Pasifik sebesar 0,62. Tercatat Indonesia masih kalah dengan Filipina (0,55), Thailand (0,62), Malaysia (0,63), Vietnam (0,68) dan juga Singapura (0,88).

Baca juga:

https://www.sofi.co.id/?utm_source=blog&utm_medium=banner-footer&utm_campaign=article