fbpx

Berkat Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV-2018 meningkat mencapai 5,17% dibandingkan kuartal IV 2017 yang hanya sebesar 5,07%.

BPS mencatat struktur pertumbuhan ekonomi di bidang perdagangan jadi sektor yang pertumbuhannya paling tinggi nomor dua setelah sektor industri.

Sektor perdagangan tumbuh 4,39% pada IV-2018 dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 4,53 persen.

Harbolnas Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Signifikan

Sebenarnya faktor yang menyebabkan sektor perdagangan tumbuh hingga 4,39 persen di kuartal IV-2018 tak hanya karena Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) saja, namun ada faktor-faktor lainnya.

Pertama, karena faktor penjualan mobil. Berdasarkan data BPS, penjualan mobil mengalami lonjakan hingga 9,37 persen.

Kedua, penjualan sepeda motor. BPS mencatat penjualan sepeda motor tumbuh 7,44 persen pada kuartal IV-2018.

Dan terakhir Harbolnas, penyelenggaraaan Hari Belanja Online Nasional pada Desember 2018 jadi pendongkrak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto yang dilansir dari Kontan.co.id (7/2), Penjualan selama Harbolnas juga membantu, semuanya pada berlomba-lomba belanja karena banyak diskon.

ekonomi Indonesia

tutsplus.com

Bila mengacu pada data lembaga riset pasar Nielsen Indonesia yang melakukan riset di 31 kota di Indonesia sehari setelah Harbolnas berlangsung, yakni tanggal 13 Desember 2018, nilai transaksi Harbolnas pada platform e-commerce rata-rata meningkat 6,9 kali dibanding rata-rata transaksi harian.

Produk lokal, fashion, dan baju keluarga jadi primadona lebih dari 56% orang Indonesia membeli produk tersebut, diikuti produk kecantikan 26% dan produk elektronik 16%, gadget dan teknologi 16%, serta pembayaran tagihan dan isi ulang (top up) 13%.

Secara keseluruhan, kategori produk yang paling banyak dibeli selama Harbolnas 2018 adalah fashion dan pakaian olahraga yang mencapai 69% dari total transaksi.

Dibarengi kosmetik 35%, perjalanan 29%, produk elektronik 28%, gadget dan teknologi 27%, pembayaran tagihan dan isi ulang (top up) 17%, serta makanan dan minuman 15%.  

Sementara, BPS menyebutkan, pada struktur  pertumbuhan ekonomi berdasarkan pengeluaran, konsumsi rumah tangga merupakan sektor tertinggi di antara sektor pengeluaran lainnya, yakni 56,01 % dan pertumbuhan 5,08 %.

Komponen konsumsi rumah tangga tersebut meliputi makanan dan minuman (selain restoran),  pakaian dan jasa perawatan, perumahan dan perlengkapan rumah tangga, kesehatan dan pendidikan, transportasi dan komunikasi, restoran dan hotel, dan lain-lain.

Dalam konsumsi rumah tangga, nilai transaksi uang elektronik, kartu debit dan kredit tumbuh 13,77 %, menguat dibanding tahun sebelumnya yang tumbuh 9,06 %.

Baca juga:

 

View this post on Instagram

 

A post shared by temanSofi (@temansofi) on